Saturday, 19 September 2026
Jaringan Media
Logo Site
TERPOPULER • PCNU dan PEMKAB BANYUWANGI Sinergikan Langkah untuk Kemaslahatan Umat • MANTABKAN LANGKAH, PCNU RAPAT KORDINASI • Nu Online Merancang Grand Planing 5 Tahun Kedepan • KEPALA BPN SAMBANGI PCNU • PENGUKUHAN LTNU, SEBAGAI WUJUD GERAKAN LITERASI NU BANYUWANGI • Optimalisasi Website NU Online, PCNU Banyuwangi Gelar Meet and Great Virtual Bersama NU Online • Pengurus Baru LKNU Banyuwangi Dikukuhkan, Siap Bangun Zona Hijau Kesehatan • GP Ansor Muncar Gelar Istighatsah Malam Petik Laut, Doakan Ikan Melimpah dan Ekonomi Nelayan Membaik • PCNU Banyuwangi Sambut Silaturahmi DPC PKB Jelang Harlah Ke-28, Teguhkan Sinergi untuk Umat • "MWC, Lembaga, dan Banom Harus Aktif dan Satu Komando," Tegas Ketua PCNU Banyuwangi dalam TURBA Ngerandu NU di Kalipuro

Muktamar Ke-35 NU Masuki Tahap Krusial, PCNU Banyuwangi Berharap Jadi Momentum Akhiri Polemik

M. Nabil Syadid Al Amin

Kontributor 29 Aug 2026 20:56 WIB

Bagikan Artikel
Link berhasil disalin!
JOMBANG, NU Online Banyuwangi – Berdasarkan informasi resmi yang dirilis melalui muktamar.nu.id, pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, saat ini telah memasuki tahap-tahap krusial. Selain penuntasan agenda di seluruh komisi persidangan, forum tertinggi organisasi NU ini tengah berfokus pada penentuan mekanisme pemilihan kepemimpinan PBNU.
 
Sebagaimana dilansir dari nu.or.id, sejumlah agenda strategis telah berhasil disahkan dalam Sidang Pleno. Agenda tersebut mencakup penerimaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PBNU periode 2021–2026, pengesahan hasil persidangan dari enam komisi (Bahtsul Masail Waqi’iyyah, Maudlu’iyyah, Qanuniyyah, Organisasi, Program, dan Rekomendasi), hingga penegasan aturan independensi organisasi terkait larangan rangkap jabatan politik bagi pengurus harian.
 
Merujuk pada laporan harian dan pembaruan informasi dari akun Instagram resmi @nuonline_id, dinamika yang cukup hangat dilaporkan masih mewarnai penentuan sistem pemilihan untuk jajaran Tanfidziyah PBNU, meskipun secara umum jalannya sidang-sidang komisi berlangsung kondusif.
 
Merespons perkembangan tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian komisi Muktamar. Hal ini beliau sampaikan secara langsung dalam wawancara di arena Muktamar. Namun, tidak memungkiri bahwa pembahasan mengenai sistem pemilihan Tanfidziyah memang menjadi topik yang paling hangat diperdebatkan oleh para muktamirin.
 
"Alhamdulillah, pelaksanaan Muktamar di Jombang saat ini berjalan dengan baik. Di semua komisi juga sudah terlaksana. Hanya pada persoalan sistem pemilihan untuk Tanfidziyah khususnya, memang ini masih debatable. Sehingga hari ini masih dilakukan voting untuk menentukan sistem yang diambil, apakah one man one vote ataukah Tanfidziyah memilih beberapa calon yang kemudian ditentukan oleh AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi)," ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi.
 
Terkait opsi-opsi mekanisme pemilihan yang ada, beliau menegaskan bahwa PCNU Banyuwangi memilih untuk tidak mengumandangkan preferensi secara terbuka di publik, melainkan menyerahkannya pada mekanisme permusyawaratan Muktamar. Menurut pandangannya, setiap sistem yang ditawarkan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
 
"Untuk PCNU Banyuwangi, kita tidak menyampaikan sikap secara publik. Tapi bahwa tentu kedua-duanya pasti ada plus-minus-nya, tentunya seperti itu," terangnya, menambahkan.
 
Lebih lanjut dalam wawancara tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi menaruh harapan besar agar Muktamar ke-35 di Jombang ini mampu menjadi ajang pemersatu dan penyelesai berbagai perbedaan pandangan yang sempat mengemuka di tubuh organisasi.
 
"Harapan kami, pelaksanaan Muktamar saat ini, seandainya banyak berpendapat ada polemik, maka Muktamar ini menjadi bagian dari mengakhiri polemik yang mungkin pernah terjadi. Sehingga harapan kami pasca-Muktamar ini, semua pihak bisa duduk bersama-sama untuk bagaimana fokus pada Nahdlatul Ulama, khususnya untuk kepentingan-kepentingan umat," tegasnya.
 
Menurut jadwal resmi yang disiarkan oleh panitia melalui media NU Online dan portal muktamar.nu.id, rangkaian Muktamar ke-35 NU akan merampungkan penetapan Rais 'Aam melalui musyawarah 9 kiai anggota AHWA serta pemilihan Ketua Umum PBNU sebelum resmi ditutup. Seluruh nahdliyin berharap hasil Muktamar ini membawa kepemimpinan PBNU yang mampu mengayomi dan membawa kemaslahatan bagi jam'iyah serta umat secara luas.
Ditulis Oleh

M. Nabil Syadid Al Amin

Jurnalis / Kontributor resmi portal berita.

Membuka dokumen...

Link berhasil disalin!