LPPNU BANYUWANGI MULAI KHIDMAH DENGAN GERAKAN 1000 BIBIT PRODUKTIF
Pengukuhan kepengurusan baru Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2030 tidak berhenti sebagai seremoni pergantian kepengurusan. Sejak langkah pertama, LPPNU Banyuwangi langsung menerjemahkan semangat khidmah ke dalam program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya petani.
Sebanyak 1.000 bibit tanaman produktif disiapkan untuk ditanam dan disalurkan kepada masyarakat serta kelompok tani. Program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar LPPNU untuk menghijaukan lahan, mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pengurus LPPNU Banyuwangi periode 2026–2030 resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Rabu (12/8/2026). Momentum tersebut dirangkai dengan penanaman dan penyerahan simbolis bibit tanaman produktif.
Mengusung tema “Menghijaukan Bumi, Memperkuat: Khidmah LPPNU untuk Banyuwangi”, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya gerak kepengurusan baru. Tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menggambarkan orientasi LPPNU untuk menghadirkan kerja nyata yang berangkat dari persoalan masyarakat dan kebutuhan petani di lapangan.
Pada tahap awal, 500 bibit telah ditanam dan diserahkan secara simbolis. Sedangkan 500 bibit lainnya akan didistribusikan secara bertahap melalui jaringan LPPNU di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU).
Bibit yang disiapkan merupakan tanaman buah dengan nilai ekonomi dan prospek jangka panjang, terdiri atas 250 bibit alpukat dan 250 bibit durian jenis okulasi. Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Anggota Komisi IV DPR RI Sonny T. Danaparamita serta dukungan Kementerian Kehutanan melalui BPDAS.
Ketua LPPNU Banyuwangi periode 2026–2030, Yusuf, menegaskan bahwa gerakan 1.000 bibit merupakan salah satu program awal yang akan segera dikembangkan dan direalisasikan oleh kepengurusan baru.
“Dalam waktu dekat, tiga bulan ini kami akan segera melaksanakan program bantuan 1.000 bibit selanjutnya,” ujar Yusuf.
Menurutnya, khidmah LPPNU tidak cukup hanya diwujudkan melalui program penghijauan. Organisasi juga harus mampu menghadirkan sarana yang dapat meningkatkan produktivitas petani
“Kami mengharapkan warga Nahdliyin sampai akar rumput mendapat manfaat dari program-program pengurus LPPNU yang barusan dilantik,” katanya.
Dari Seremoni Menuju Aksi Nyata
Program tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi. Ia menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus LPPNU yang baru dikukuhkan sekaligus mengingatkan bahwa amanah kepengurusan harus diterjemahkan dalam kerja nyata.
Menurut Achmad Turmudzi, LPPNU memiliki tantangan yang jauh lebih besar daripada sekadar menjalankan agenda kelembagaan. LPPNU harus mampu hadir di tengah petani, mendengar persoalan mereka, serta membangun pola pendampingan yang berkelanjutan.
Persoalan pupuk, biaya produksi, hingga harga hasil pertanian menjadi bagian dari problem yang membutuhkan perhatian dan solusi bersama.
“Harapannya LPPNU mau mendengarkan keluhan petani, memberikan solusi, serta melakukan pendampingan terhadap problem yang ada pada para petani,” kata Achmad Turmudzi.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan LPPNU tidak semata-mata diukur dari berapa banyak program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu menciptakan perubahan nyata bagi kehidupan petani.
Kolaborasi untuk Pertanian yang Sejahtera
Komitmen untuk memperkuat sektor pertanian juga mendapat dukungan dari Anggota Komisi IV DPR RI Sonny T. Danaparamita. Ia menyatakan kesiapan untuk terus membangun kolaborasi bersama LPPNU dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.
Menurut Sonny, pembangunan pertanian tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Tujuan akhirnya harus lebih besar, yakni menciptakan ekosistem pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Insyaallah saya siap berkolaborasi dengan teman-teman LPPNU karena pertanian itu tujuannya adalah suatu tatanan masyarakat yang gemah ripah loh jinawi,” ujarnya.
Ia menilai LPPNU memiliki posisi strategis karena mempunyai jaringan organisasi yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput. Sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan wakil rakyat dinilai dapat memperluas jangkauan program sekaligus mempercepat manfaat pembangunan pertanian.
“Yang pasti kita punya tujuan yang sama agar petani di Indonesia sejahtera,” katanya.
Menanam Hari Ini, Memanen Manfaat di Masa Depan
Rangkaian kegiatan pengukuhan juga diisi dengan santunan anak yatim, pembacaan surat keputusan, pengukuhan pengurus, penanaman, serta penyerahan simbolis bibit tanaman produktif kepada LPPNU untuk selanjutnya disalurkan kepada kelompok tani.
Secara kelembagaan, ruang khidmah LPPNU cukup luas, mencakup sektor pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, dan lingkungan hidup. Karena itu, gerakan 1.000 bibit menjadi salah satu langkah awal untuk membangun fondasi program yang lebih luas dan berkelanjutan.
Penanaman alpukat dan durian bukan sekadar aktivitas menghijaukan tanah. Di balik setiap bibit yang ditanam terdapat harapan tentang produktivitas, keberlanjutan lingkungan, sumber pendapatan baru, dan masa depan ekonomi masyarakat.
Namun, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah seremoni berakhir. Bibit harus mendapatkan perawatan, petani membutuhkan pendampingan, distribusi harus tepat sasaran, dan program harus terus dievaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan demikian, 1.000 bibit bukan hanya angka, melainkan 1.000 harapan yang ditanam untuk masa depan Banyuwangi.
Dari tangan petani, bumi dijaga. Dari tanah yang subur, kehidupan tumbuh. Dan melalui khidmah LPPNU, semangat membangun pertanian diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya.
Inilah awal perjalanan LPPNU Banyuwangi periode 2026–2030: bukan sekadar dikukuhkan untuk memimpin, tetapi bergerak untuk mengabdi; bukan sekadar menanam bibit, tetapi menanam harapan bagi masa depan
NU Online Banyuwangi
Jurnalis / Kontributor resmi portal berita.
Berita Terkait
Berita
MMPP BANYUWANGI KEMBALI DIGELAR, PERKUAT PERAN PESANTREN SEBAGAI AKAR NAHDLATUL ULAMA
Berita
Muktamar Ke-35 NU Masuki Tahap Krusial, PCNU Banyuwangi Berharap Jadi Momentum Akhiri Polemik
Berita